Ramadhan: Pengertian, Amalan-Amalan serta Niat dan Do’a

By | April 23, 2020

Pengertian Ramadan

RAMADHAN
(Ramadhan) رمضان menurut bahasa adalah bentuk mashdar/infinitif yang terambil dari kata رمض – يرمض (ramidha-yarmadhu) dengan mengkasrahkan ‘ain al-fi’l yang berarti “membakar”, رمضاء (ramdha’) berarti sangat panas.

Banyak teori yang dikemukakan para Ahli Sejarah tentang sebab penamaan bulan ini. Sebagian berpendapat bahwa Ramadhan diambil dari akar kata ramadha (ra-ma-dha) yang berarti cuaca panas yang mencapai klimaks. Konon, masuknya bulan ini kerap bertepatan dengan musim panas yang terjadi di Jazirah Arab.

Teori lain menyebut bahwa asal penamaan Ramadhan mengacu kepada ibadah shaum. Ibadah Shaum memang tidak hanya diwajibkan bagi umat Islam saja. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa ibadah shaum ramadhan telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya. Kaitannya dengan nama Ramadhan, bahwa shaum atau puasa membuat perut tidak nyaman dan panas. Dalam bahasa Arab, hal itu disebut dengan kata kerja ramadha. Sebagaimana kata ramadha di atas. Dari sinilah nama Ramadhan muncul.

Teori lain menyebut nama Ramadhan mengacu kepada salah satu keutamaan bulan ini. Yaitu sebagai bulan penghapus dosa atau يمرض الذنوب (yumridhu adz-dzunub). Dengan menyibukkan diri dengan amal-amal shalih, membuat dosa dan kesalahan seorang hamba dihapuskan.

An-Nawawi dalam kitabnya Tahdzib al-Asma wa al-Lughat1, menyebutkan beberapa pendapat ahli bahasa, terkait asal penamaan ramadhan,

Pertama, diambil dari kata ar-Ramd [arab: الرمض ] yang artinya panasnya batu karena terkena terik matahari. Sehingga bulan ini dinamakan ramadhan, karena kewajiban puasa di bulan ini bertepatan dengan musim panas yang sangat terik. Pendapat ini disampaikan oleh al-Ashma’i – ulama ahli bahasa dan syair arab – (w. 216 H), dari Abu Amr.

Kedua, diambil dari kata ar-Ramidh [arab: الرميض ], yang artinya awan atau hujan yang turun di akhir musim panas, memasuki musim gugur. Hujan ini disebut ar-Ramidh karena melunturkan pengaruh panasnya matahari. Sehingga bulan ini disebut Ramadhan, karena membersihakn badan dari berbagai dosa. Ini merupakan pendapat al-Kholil bin Ahmad al-Farahidi – ulama tabiin ahli bahasa, peletak ilmu arudh – (w. 170 H).

Ketiga, nama ini diambil dari pernyataan orang arab, [رمضت النصل ] yang artinya mengasah tombak dengan dua batu sehingga menjadi tajam. Bulan ini dinamakan ramadhan, karena masyarakat arab di masa silam mengasah senjata mereka di bulan ini, sebagai persiapan perang di bulan syawal, sebelum masuknya bulan haram. Pendapat ini diriwayatkan dari al-Azhari – ulama ahli bahasa, penulis Tahdzib al-Lughah – (w. 370 H).

Kemudian an-Nawawi menyebutkan keterangan al-Wahidi, Al-Wahidi mengatakan, berdasarkan keterangan al-Azhari, berarti ramadhan adalah nama yang sudah ada sejak zaman Jahiliyah. Sementara berdasarkan dua pertama, berarti nama ramadhan adalah nama islami. (Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 3/126).

Do’a – Do’a di Bulan Ramadhan

DOA MELIHAT HILAL

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

(Terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman, keselamatan serta Islam! Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah).

DOA MENYAMBUT TANGGAL 1 RAMADHAN

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ شَرَّفَنَا بِظِلِّ شَهْرِ رَمَضَانَ، الَّذِيْ أُنْرِلَتْ فِيِْهِ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوْحُ الْكِرَامُ

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّألِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ وَالأَمَانَ عِنْدَ إِقْبَالِ رَمَضَانَ، وَدُمْنَا عَلَى إِقْبَالِ صِيَامِ رَمَضَانَ، وَارْحَمْنَا وَبَارِكْ لَنَا عِنْدَ صِيَامِ رَمَضَانَ، وَأَصْلِحْ جَمِيْعَ أَحْوَالِنَا وَأَخْلَاقِنَا وَأَعْمَالِنَا فِي صِيَامِ رَمَضَانَ

اللَّهُمَّ طَوِّلْ أَعْمَارَنَا بِبَرَكَةِ رَمَضَانَ، وَحَسِّنْ أَخْلَاقَنَا بِجَاهِ رَمَضَانَ، وَاجْعَلْ صِيَامَنَا هَذَا مُتَابَعََةً لِجَمِيْعِ الصِّيَامِ الَّذِيْ صَامَ بِهِ نَبِيُّنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا نَجَاةَ السَّائِلِيْنَ يَا رَحِيْمُ

وَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan kita dengan kedatangan bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya turun para malaikat dan juga malaikat Jibril yang mulia. Shalawat dan salam untuk Nabi kita Muhammad SAW., beserta keluarga dan para sahabatnya yang mulia.

Ya Allah, kami sungguh-sungguh memohon perlindungan dan rasa aman dari-Mu ketika memasuki Ramadhan. Beri keteguhan di awal puasa Ramadhan. Rahmati dan berkahi kami tatkala melaksanakan puasa Ramadhan. Baguskan semua keadaan, tingkah laku dan perbuatan kami selama puasa Ramadhan ini.

Ya Allah dengan keberkahan Ramadhan, panjangankan umur kami, dan dengan keagungan Ramadhan pula, baguskanlah tingkah laku kami. Jadikanlah puasa kami sesuai dengan semua petunjuk puasanya Nabi Muhammad SAW., wahai Dzat Yang Maha Penyayang. Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW., dan segala puji untuk Allah; Tuhan semesta alam.

Niat Puasa Ramadhan

Niat Berpuasa

نَوََيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ للهِ تَعَالَى

Atau

نَوََيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةَ للهِ تَعَالَى

Saya niat berpuasa besok hari pada bulan Ramadhan tahun ini, fardhu karena Allah SWT.

NIAT BERPUASA SATU BULAN PENUH

Untuk berjaga-jaga agar puasa tetap sah ketika suatu saat lupa niat, sebaiknya pada hari pertama bulan Ramadhan berniat taqlid (mengikuti) pada Imam Malik yang memperbolehkan niat puasa Ramadhan hanya pada permulaan saja. Lafaz niatnya sebagai berikut:

نَوََيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

“Saya niat puasa pada semua hari bulan Ramadhan tahun ini, (niat seperti ini) mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah SWT.”

Dan adanya cara tersebut bukan berarti membuat kita tidak perlu lagi niat di setiap harinya, tapi cukup hanya sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa.3

Catatan: Ini hanya dilafadhkan pada awal Ramadhan saja, untuk berjaga-jaga bila pada malam-malam selanjutnya tidak bangun sahur atau lupa berniat.

Amalan – Amalan Bulan Ramadhan

Shalat Tarawih

Panduan Bilal Shalat Tarawih

ج: Bilal ب : Jama’ah

(1)

ب : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَذُخْرِنَا وَمَوْلََنَا مُحَمَّدٍ

ج : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

ب : الصَّلَاةَ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً يَرْحَمْكُمُ الله

ج : الصَّلَاةُ لََا إِلهَ إِلََّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ

(2)

ب : نَبِيُّكَمْ مُحَمَّدٌ صَلُّوا عَلَيْهِ

ج : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

(3)

ب : أَشْهَدُ أَنْ لََا إِلهَ إلَّا الله ، أَسْتَغْفِرُ الله ، أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ . اللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ.
فَضْلًا مِّنَ اللهِ وَنِعْمَةً

ج : وَمَغْفِرَةً وَّرَحْمَة

ب : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

ج : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

(4)

ب : الْخَلِيْفَةُ الأَوَّلُ سَيِّدُنَا أَبُو بَكْرِنِ الصِّدِّيْقِ

ج : رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْْأخِرَة

(5)

ب : اللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ. فَضْلًا مِّنَ اللهِ وَنِعْمَةً

ج : وَمَغْفِرَةً وَّرَحْمَة

ب : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

ج : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

(6)

ب : الْخَلِيْفَةُ الثَّانِى سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنُ ا لْخَطَّابِ

ج : رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْْأَخِرَة

(7)

ب : اللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ. فَضْلًا مِّنَ اللهِ وَنِعْمَةً

ج : وَمَغْفِرَةً وَّرَحْمَة

ب : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

ج : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

(8)

ب : الْخَلِيْفَةُ الثَّالِثُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ

ج : رَضِ اللهُ عَنْهُ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْْأخِرَة

(9)

ب : اللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ. فَضْلًا مِّنَ اللهِ وَنِعْمَة

ج : وَمَغْفِرَةً وَّرَحْمَة

ب : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

ج : اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

(10)

ب : الْخَلِيْفَةُ الرَّابِعُ سَيِّدُنَا عَلِيُ بْنُ أبِي طَالِبٍ

ج : رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْْأخِرَة

CATATAN PENTING!
Mulai tanggal 15 sampai akhir Ramadhan, kata الخليفة (al-khalÎfah[u]) diganti dengan أمير المؤمنين (amîrul mu’minîn[a]).

SETELAH SALAM

أَشْهَدُ أَنْ لََا إِلهَ إلََّا اللهُ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. اللّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْمُ. ا لْفَاتِحَةُ

Ya Allah Hamba bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Engkau., hamba memohon ampunan kepada-Mu Ya Allah, dan hamba juga mengharapkan ridha dan surga-Mu serta berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang suka memaafkan, maka maafkanlah kami wahai Dzat Yang Mulia. Al-Faatihah…

DOA SETELAH SHALAT TARAWIH

اَللّّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإِيْمَانِ كامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَة حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاة فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَ فِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَ فِى اْلآخِرَة رَاغِبِيْنَ. وَبِاالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ  سَائِرِيْنَ. وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ
وَعَلى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ ومِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ, بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍ ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُوْلّٰئِكَ رَِِفِيْقًا ذَلِكَ الْفَضْل مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اللّّٰهُمَّ اجْعَلنَا فِى هَذِه اللَّيْلَةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ . رَبنََّا أتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة وَّ فِي الأَخِرَة حَسَنَة وَّقِنَا عذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang sempurna keimanannya, yang mengerjakan hal-hal yang fardhu, yang memelihara shalat, yang menunaikan zakat, yang mengharapkan pahala yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada hidayah, yang berpaling dari perbuatan yang sia-sia, yang zuhud (tidak ambisi) terhadap duniawi, yang mengharapkan pahala akhirat, yang ridha dengan ketentuan-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar menghadapi cobaan dan musibah, dan yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad Saw, kelak di hari kiamat.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang digiring munuju telaga (Kautsar) untuk meminum airnya, yang masuk kedalam surga, yang diselamatkan dari neraka, yang didudukkan di atas dipan-dipan kemuliaan, yang mengawini bidadari-bidadari yang bermata jeli, yang mengenakan pakaian dari sutra tipis dan tebal, yang memakan makanan surga, dan meminum air susu dan madu dengan memakai gelas-gelas, cerek-cerek serta sloki (piala) yang langsung dari sumber-sumbernya, bersama dengan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat; dari kalangan para Nabi, kaum shiddiqin (orang-orang yang benar), para syuhada dan orang-orang yang saleh, mereka adalah sebaik-baik teman, yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang berbahagia yang diterima amal perbuatannya dalam bulan yang mulia dan diberkati ini, dan janganlah Engkau jadikan kami orang-orang celaka yang ditolak amal perbuatannya. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di antara pengasih, dan segala puji bagi Allah; Tuhan semesta alam.”

Shalat Witir

PANDUAN BILAL SHALAT WITIR

(1)

ب : الصَّلَاةَ سُنَّةً مُقَدِّمَةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً يَرْحَمْكُمُ الله

ج : الصَّلَاةُ لََا إِلهَ إِلََّاللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

(2)

ب : الصَّلَاةَ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً جَامِعَةً يَرَْحَمْكُمُ اللهُ

TASBIH WITIR

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ، سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَّبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ. سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلََا إِلهَ إِلََّاللهٌ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Mahasuci Engkau Yang Maha Merajai dan Mahasuci, Maha Terpuji lagi Mahasuci Wahai Rabb kami, Rabbnya Malaikat dan Ruh (Jibril). Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan kecuali Allah, Allah Mahabesar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin-Nya Yang Mahatinggi lagi Maha Agung.

DOA SETELAH SHALAT WITIR

اَللَّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ رِزْقًا طَيِّبًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَا فِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَا فِيَِِةِ، وَنَسْأَلُكَ دَوَامَ الْعَا فِيَِِةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَا فِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ. اَللَّهُمَّ رَبنَّا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا ، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اللهُ، يَا اللهُ، يَا اللهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyu’, keyakinan yang benar, ilmu yang bermanfaat, amal yang shalah, agama yang lurus, rejeki yang baik dan kebaikan yang banyak. Kami memohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna dan terus menerus, rasa syukur atas kesehatan dari-Mu, dan kekayaan dari semua manusia.

Ya Allah, terimalah shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, ruku’ dan sujud kami, ibadah kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, dan sempurnakanlah semua kekurangan kami Ya Allah, duhai Dzat yang terbaik kasih sayang-Nya.

Semoga shalawat senantiasa terlimpahkan kepada junjunan kami, Nabi Muhammad saw., beserta semua keluarga dan sahabatnya. Mahasuci Rabb-mu (Muhammad), Rabb yang Mahaperkasa dari apa saja yang disifatkan kepada-Nya, dan semoga keselamatan terlimpahkan kepada para rasul, dan segala puji hanya milik Allah swt., Rabb semesta alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *